Mahasiswa Sistem Informasi ITK Raih Bronze Medal pada National Essay Competition 3

Berita - 24 September 2026 - 12:00 AM

Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Institut Teknologi Kalimantan (ITK) berhasil meraih Bronze Medal pada kategori Sub-Tema Pendidikan dalam ajang National Essay Competition (NESCO) 3 yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada 19–20 September 2026. Prestasi tersebut diraih melalui gagasan inovatif bertajuk “NusaLab: Laboratorium Virtual Interaktif demi Meningkatkan Literasi Sains dan Mewujudkan Pemerataan Pendidikan Indonesia.”

National Essay Competition (NESCO) merupakan kompetisi menulis ilmiah tingkat nasional yang ditujukan bagi siswa SMA/SMK/sederajat dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini diinisiasi oleh Pusat Riset Siswa, Mahasiswa, dan Akademisi (PRISMA) sebagai wadah bagi generasi muda untuk menuangkan gagasan inovatif dan solutif dalam mendukung pembangunan bangsa. Pada penyelenggaraan NESCO 3, PRISMA bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana dengan mengusung tema “Menciptakan Dampak Nyata melalui Inovasi: Peran Strategis Generasi Muda dalam Pembangunan Bangsa.”

NESCO 3 diikuti oleh 444 tim dengan total 643 peserta yang berasal dari 60 perguruan tinggi serta berbagai sekolah menengah di 19 provinsi di Indonesia. Rangkaian kegiatan finalis diawali pada 19 September 2026 dengan pelaksanaan kompetisi utama. Pada tahap ini, para finalis mempresentasikan naskah ilmiah yang telah disusun dan mengikuti sesi tanya jawab bersama dewan juri. Rangkaian hari pertama kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang dan penganugerahan penghargaan kepada para juara.

Pada kompetisi tersebut, tim yang berhasil meraih Bronze Medal terdiri atas Muhammad Aqila Ardhi (10231057) dari Program Studi Sistem Informasi sebagai ketua tim, bersama Archangela Adelina (18231015) dan Putri Amalia Fitriani (18241063) dari Program Studi Rekayasa Keselamatan. Tim tersebut mendapatkan bimbingan dari Mayati Isabella, S.T., M.T., dosen Program Studi Rekayasa Keselamatan ITK.

Esai yang dipresentasikan mengangkat gagasan NusaLab, sebuah platform laboratorium virtual interaktif yang dirancang untuk mendukung pembelajaran sains melalui simulasi praktikum digital. Gagasan tersebut berangkat dari permasalahan kesenjangan pendidikan sains di Indonesia, khususnya keterbatasan fasilitas laboratorium yang dapat menghambat pelaksanaan kegiatan praktikum dan pengembangan literasi sains peserta didik.

NusaLab dirancang agar peserta didik dapat melakukan eksperimen melalui simulasi digital tanpa bergantung sepenuhnya pada ketersediaan alat, bahan, maupun fasilitas laboratorium di sekolah. Melalui pendekatan tersebut, NusaLab diharapkan dapat menjadi alternatif pendukung pembelajaran sains yang lebih mudah diakses sekaligus membantu meningkatkan literasi sains peserta didik.

Selain kompetisi utama, rangkaian NESCO 3 juga dilanjutkan pada hari kedua dengan kegiatan field trip sebagai sarana ekskursi budaya bagi para peserta. Kegiatan tersebut mencakup kunjungan ke Pantai Melasti dan kawasan cagar budaya Tanah Lot.

Pencapaian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa ITK dalam menghadirkan gagasan inovatif untuk menjawab permasalahan pendidikan di Indonesia. Melalui karya NusaLab, mahasiswa tidak hanya mengembangkan gagasan berbasis teknologi, tetapi juga mengangkat isu pemerataan akses dan kualitas pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.